AUDIENCE KOK GREGETAN?

Sahabat Basmaracademy, membuat media yang bikin greget sesuai dengan keinginan dan kebutuhan audience membutuhkan keseriusan, butuh energi kreatif yang lebih, bahkan harus terkesan luar biasa, jika tidak, maka kita akan ditinggalkan audience.
Kalau demikian, sudahkah kamu mengasah kemampuan untuk membuat media yang bikin rindu dan dapat mengambil hati audience? Jika, belum, saya berharap tulisan ini dapat memberikan wawasan buat kamu untuk membuat media publikasi yang sesuai dengan apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh audience.
Ada tiga hal yang penting diperhatikan, ketika kamu membuat media publikasi yakni:

  1. SUDUT PANDANG AUDIENCE
    Secara umum, orang-orang yang disuguhkan karya publikasi memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku serta pandangan yang berbeda, ada yang menanggapi positif, tapi tidak sedikit juga terkadang negatif, biasanya berpengaruh terbesar adalah pengalaman audience yang berkaitan dengan barang atau jasa yang kamu publikasikan.
    Berkaitan dengan hal tersebut, maka perhatian kita harus tertuju pada sudut pandang audience, kecenderungan apa yang berdampak positif setiap media yang kamu buat, maka materi publikasi jangan bersifat spesifik yang hanya dipahami oleh orang-orang tertentu, materi harus bersifat general dan dapat dimengerti oleh khalayak umum secara cepat, tanpa harus mengerutkan keningnya (interpretatif).
    Kesalahan menggnakan ilustrasi atau kalimat pada media publikasi yang kamu buat akan berdampak pada perbedaan sudut pandang audience dengan demikian perlu kehati-hatian menuangkan ide kreatif saat berkarya media.
  2. JANGAN MENYINGGUNG PERASAAN
    Mengambil hati audience setiap karya yang dibuat dibutuhkan seni yang kreatif, terutama menyangkut perasaan audience, karena ada saja yang merasa tersinggung dengan kata-kata yang dibuat yang kamu tidak sadar, atau bahkan ada saja yang marah lantaran ilustrasi yang kurang tepat.
    Bagaimana menghindari ketersinggungan audience, salah satunya dengan memperhatikan karakter dan budaya yang berlaku secara umum, sebuah karya kreatif yang sukses di suatu daerah tertentu, belum tentu tepat digunakan di daerah lainnya. Misalkan gambar tradisi orang-orang di Papua akan tidak tepat ketika di tampilkan di daerah Aceh atau sebaliknya kata-kata “jancuk” yang populer di Jawa Timur yang populer yang berkonotasi negatif di masyarakat belum tentu cocok ketika dibuat secara umum, karena hanya berlaku untuk komunitas-komunitas tertentu.
  3. JADIKAN AUDIENCE SEBAGAI MITRA
    Yang perlu terus dikembangkan dalam media publikasi adalah membuat audience yang melihat media tersebut merasa penting, dihargai dan didudukkan sebagai obyek yang sangat penting, artinya audience kedudukannya sebagai mitra yang dihargai.
    Barang atau jasa yang dituangkan dalam media publikasi sangat rentan dengan kondisi psikologis, sosiologis dan demografis orang yang melihatnya, untuk itu diperlukan sentuhan estetika yang lebih humanis, jangan menyamaratakan target audience. Masyarakat memiliki pedoman yang selalu dipagang teguh, mereka akan menghubungkan dengan tradisi yang biasa dilakukan, dengan berpatokan pada dua hal ini yakni nilai dan tradisi maka kesalahan-kesalahan yang dibuat pada media publikasi dapat diminimalisir.
    Bagaimana membuat media publikasi yang lebih greget, tentu berbagai strategi dapat dicapai, keberhasilan sebuah media publikasi ketika apa yang dikomunikasikan tertanam di benak audience. Kesan yang diterima audience bisa jadi senang sehingga tertawa saat melihat publikasi yang di baca atau tidak menutup kemungkinan juga sedih dan terharu melihat media yang di lihat.

Kesan-kesan yang luar biasa, dan tidak terpikirkan oleh audience menjadi tantangan para kreator untuk membuat media yang berkesan, tentu dibutuhkan pengalaman dan latihan yang rutin untuk menghasilkan karya yang benar-benar dirasakan oleh audience. Kami yakin kamu dapat menghasilkan karya yang terbaik.

Salam Kreatif, tetap berkarya
Baso Marannu.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *