BUBUR AYAM BERKAH

Cuaca pagi ini, senin 11 Februari 2019 Kota Mamuju Sulawesi Barat nampak cerah, tidak seperti hari sebelumnya, guyuran hujan tiap sore dan malam hari kerap membasahi Bumi Manakarra.
Setelah sarapan pagi di Hotel Matos (Maleo Town Square) di jalan Yos Sudarso tempat saya menginap, jadwal pagi ini adalah mengurus administrasi penelitian tentang Indeks Integritas di Indonesia.
Disepanjang jalan mata saya tertarik dengan seorang penjual bubur Ayam Bandung, karena hanya dia yang berjualan pagi itu. Deden (35) Namanya asli Jawa Barat, berjualan Bubur ayam baru sekitar enam bulan, Saya menghampiri dan bertanya moda kendaraan yang popular di Mamuju, “disini orang naik ojek Online saja pak” jawabnya dengan khas logat Sunda.
Ada peristiwa yang manarik setelah tiga puluh menit saya menunggu yakni seorang tukang becak yang lewat di depan gerobak mas Deden, dan langsung diberikan bungkusan bubur ayam, beberapa menit kemudian seorang ibu pejalan kaki juga mendapatkan bungkusan bubur Ayam.
Saya menanyakan mengapa mas Deden memberikan bubur ayam pada dua orang tua itu, dengan santunnya dia menjawab “iya mas, setiap pagi beberapa orang yang saya lihat membutuhkan sarapan pagi, langsung saya berikan tanpa harus membayarnya” kenapa diberikan gratis “ya..anggap saja sedekah pak, biar jualan saya beberkah” jawabnya singkat.
Beberapa saat, saya terdiam sekaligus terharu, seorang penjual bubur ayam yang untung tidak seberapa tapi mampu berbagi dengan sesama walaupun hanya sebungkus bubur ayam.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *