GURUKU, BIJAKLAH MEMBERIKAN ‘PR’ UNTUK SISWA

“karena lebih dominan orang tua yang mengerjakannya”

Suatu hari, teman di kantor mengeluh kepada saya, karena ada tugas PR anaknya yang diberikan oleh gurunya tidak mampu ia kerjakan, karena selain harus mencari defenisi tugas itu di internet, maka orang tua juga disibukkan untuk mengerjakan pekerjaan tangan yang menurut mereka anaknya tidak mampu mengerjakan, akhirnya orang tua harus mengerjakannya hingga larut malam, demi menyenangkan anak mereka.

Memang tuntutan kurikulum saat ini, guru dalam beberapa hal hanya berperan sebagai fasilitator, dan selebihnya siswalah yang dituntut untuk lebih aktif belajar dan berkreasi, namun dari beberapa pengalaman dan keluhan dari orang tua justru mengindikasikan bahwa guru ‘kurang bijak’ memberikan tugas pada siswa sesuai dengan tingkatan umurnya.

Ada dua hal yang mungkin belum tepat, tugas pekerjaan rumah (PR) yang diberikan pada anak-anak yakni:

1. MENGANDALKAN INTERNET (Google)

Beberapa pengamatan saya, ada saja guru memberikan tugas yang kurang tepat, jika diukur dari segi umur dan kemampuan, bayangkan siswa yang masih kelas 2 SD diberikan tugas mendefenisikan sesuatu dari internet, dan dibebankan tugas mengerjakan kliping beberapa koran digital dan majalah digital, pertanyaannya apakah anak seusia kelas 2 SD sudah mampu membuka internet, mampu ngeprint, mampu mencari kata kunci di google.

Mungkin kita sering melihat anak kita bermain game, tapi belum tentu mereka paham bagaimana mencari informasi yang tepat di internet, contohnya di mesin pencari (google), mereka masih harus dipandu oleh orang tua, bahkan realitasnya, tugas itu akhirnya dari awal hingga akhir semuanya dikerjakan oleh orang tua mereka, (maaf) lalu apa manfaat untuk siswa? Untuk itu para guru mestinya harus bijak memberikan tugas yang hanya mampu dikerjakan jika kita membuka internet.

2. TUGAS KETERAMPILAN TANGAN YANG TERLALU BERAT

Memang penting malatih keterampilan atau psikomotorik anak-anak kita, namun guru juga harus bijak memerhatikan kemampuan anak-anak untuk mengerjakannya secara mandiri, tujuannya yang ingin di capai oleh guru mungkin baik, namun jika semua itu hanya mampu dikerjakan oleh orang tua mereka apa manfaatnya buat siswa?

Membangun karakter katerampilan dan kemandirian anak-anak kita penting, mengingat saat ini dengan perkembangan teknologi anak-anak kita hampir sebagian besar larut dengan gadget-nya, keasyikan bermain game online, yang dampaknya keterampilan tangan siswa kurang terasah, nah untuk itu kterampilan yang mengasah psikomotorik anak itu penting namun perlu dipertimbangkan kemampuan siswa untuk mengerjakannya. Lebih baik memberikan tugas yang sederhana, dari pada tugas yang terlihat hebat tapi semuanya dikerjakan oleh orang tua mereka.

Salam kreatif tetap berkarya.

basmaracademy.com
Baso Marannu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *