MEMAHAMI PRINSIP DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

Sahabat basmaracademy, kali ini saya akan menjelaskan secara umum mengenai prinsip-prinsip desain, yang diterapkan dalam desain komunikasi visual, prinsip ini pada hakekatnya dimiliki setiap karya desain. Jika prinsip ini dibarengi dengan kreativitas yaitu suatu kemampuan tambahan maka karya desain akan terlihat lebih nyaman dan ‘gurih’ dirasakan, walaupun untuk yang terakhir ini penilaiannya sangat subyektif, misalkan apakah karya desain itu baik, buruk, indah ataupun jelek tergantung selera (taste).
Dalam desain, prinsip yang umum berlaku ada lima hal, yakni

  1. KESEIMBANGAN (Balance),
  2. KESATUAN (unity),
  3. IRAMA (rhytm),
  4. PENEKANAN (emphasis) dan
  5. PROPORSI.

Ibarat kita ingin membuat desain poster, maka kelima hal tersebut akan secara alamiah terkandung dalam desain yang dibuat. Mulai dari keseimbangan informasi, kesatuan dalam poster antara ukuran dan elemen pendukungnya, termasuk penekanan apa yang penting di tonjolkan sehingga poster yang dibuat menarik perhatian orang yang melihatnya. Penjelasan secara rinci dibuat dalam penjelsan tersendiri.
Bagi seorang yang bergelut di dunia desain, prinsip ini sudah menyatu dalam imajinasi mereka, sehingga secara alamiah mereka mengatur elemen-elemen desain dengan menggunakan prinsip desain, tanpa harus berpikir dan mengerutkan dahinya untuk menempatkan elemen desain sesuai prinsip desain yang berlaku secara umum.
Apakah prinsip desain ini penting? Maka jawabannya tentu saya katakan PENTING, mengapa perlu dikatahui, karena hal ini menyangkut pada hasil desain yang sesuai dengan harapan.
Jika kita membuat desain yang tidak seimbang maka, akan terasa janggal, akan tidak enak dipandang, keseimbangan desain visual yang dikelola dengan apik, akan enak dinikmati, keseimbangan dalam desain visual bisa dicapai tanpa harus kaku, misalkan sama persis antara kiri dan kanan atau bawah dengan atas, terutama ukurannya.
Demikian juga jika sebuah desain tidak ada kesatuannya, maka hasilnya terlihat kocar-kacir. Kamu bisa bayangkan contohnya kalau dalam barisan tidak teratur, maka barisan tersebut akan kacau. Kesatuan dalam desain grafis dapat dicapai dengan mengoptimalkan elemen desain secara baik dan benar.
Pada saat seseorang bernyanyi maka diperlukan irama yang enak didengar, demikian halnya dengan prinsip desain, Irama (rhytme) menjadi prinsip yang perlu diperhatikan, agar tidak terlihat monoton. Irama dengan nada tinggi tanpa dibarengi dengan nada sedang atau bahkan rendah, maka orang akan bosan mendengarkannya, sama halnya dengan desain visual, jika Anda menggunakan hanya satu huruf dangan ukuran yang sama tanpa ada yang ditonjolkan, maka desain terlihat monoton, demikian juga dengan warna, walaupun berbeda bentuknya tapi warna yang digunakan sama juga akan terlihat tidak berirama, jadi pemberian irama dalam desain sangat dibutuhkan.
Penekanan (Emphasis) dalam prinsip desain terkadang dilupakan oleh seorang perancang, padahal penekanan ini justru memberikan efek yang beda jika diterapkan secara benar, mengapa ada kata ‘benar’ karena penempatan emphasis jika berlebihan terlihat ‘norak’. Fungsi penekanan ini untuk mencapai ketetarikan penikmat karya desain visual. Untuk penjelasan rinci kelima prinsip desain akan dibuat dalam tulisan terpisah.

Salam Kreatif
@Baso Marannu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *