MEMOTRET GAYA DESAIN KOMUNIKASI VISUAL “Pencanangan Hari Kebudayaan Kota Makassar – 1 April 2019”

Sahabat basmaracademy, Pemerintah Kota Makassar mencanangkan Hari Kebudayaan tepatnya tanggal 1 April 2019, sebagai insan yang peduli dengan budaya dan kreativitas, pencanangan ini patut kita apresiasi, bahkan beberapa sekolah menyikapi kegiatan ini dengan persiapan yang cukup serius, yang merasakan imbas dari sisi ekonomi adalah para penyewa pakaian adat Sulawesi Selatan serta penyedia makanan tradisional yang kebanjiran order, bahkan jika saya melihat jadwal acara yang dihelat selama sebulan ini cukup membangkitkan girah kebudayaan lokal yang mulai terkikis oleh peradaban modern. Mulai dari pertunjukan seni dan budaya hingga festival kuliner nusantara turut meramaikan acara yang di pusatkan di Benteng Rotterdam, anjungan Pantai Losari dan Museum Kota Makassar, semoga acara ini dapat berdampak secara nasional bahkan dunia untuk memperkenalkan seni, kreativitas dan budaya yang berkembang di Kota Makassar.
Terlepas dari agenda kegiatan yang diselenggarakan Pencanangan Hari Kebudayaan Kota Makassar, maka Basmaracademy akan mengupas secara tuntas gaya Komunikasi Visual (Poster) yang dibuat untuk menginformasikan kegiatan tersebut, dengan harapan sahabat basmaracademy dapat ilmu dan pengetahuan berkaitan dengan media komunikasi visual.

  1. Penggunaan WARNA
    Jika dilihat secara sepintas maka ada dua warna yang dominan digunakan oleh tim kreatif dalam pembuatan poster, pertama biru dan kedua adalah kuning emas.
    Warna biru melambangkan suatu hubungan profesionalitas, kecerdasan, kepercayaan diri, bahkan menjadi simbol kekuatan, jadi penggunaan warna biru ini sudah tepat, berkaitan dengan profesionalitas penyelenggaraan dengan persiapan yang cukup matang, kita berharap pencanangan ini dapat dinikmati secara baik, berkaitan dengan kecerdasan, maka orang-orang dulu berkarya seni dan budaya tidak sekedarnya, mereka total dalam berkebudayaan, bahkan penggunaan warna biru, menggambarkan kekuatan, dengan tetap mempertahankan kebudayaan lokal, maka generasi mendatang diharapkan tetap memiliki kekuatan untuk bersaing.
    Warna Kuning keemasan, memiliki makna prestasi, kesuksesan, kemewahan, kemenangan dan juga kemakmuran, dari tujuan kegiatan ini, tentu prestasi-prestasi dibidang seni dan kebudayaan diharapkan dapat mengangkat profil kota Makassar di Kancah Nasional dan Internasional, warna emas juga memberikan makna kemewahan, Budaya itu lokal itu mewah, namun terkadang generasi milenial saat ini kurang meliriknya, bahkan lebih menyukai budaya Korea.
    Secara komposisi, gradasi warna biru dan kuning keemasan sudah tepat apalagi jika dihubungkan dengan makna masing-masing warna, kesan ceriahnya cuka dapat, bahkan ketika dilihat secara keseluruhan gaya komunikasi visual poster tersebut sudah memberikan daya tarik tersendiri.
  2. Penggunaan HURUF
    Typografi yang digunakan sebagian besar menggunakan jenis typografi Sans serif dengan memilih jenis font IMPACT, seperti tulisan “PENCANANGAN HARI KEBUDAYAAN KOTA MAKASSAR” dengan irama warna yang sama yakni biru bergradasi ke kuning emas tentu makna yang di harapkan juga sama dengan dominasi warna yang dijelaskan sebelumnya, pemilihan jenis huruf Impact memberikan kesan modern, kontemporer, dan efisien. Tentu gaya-gaya desain yang dibuat tim kreatif menunjukkan arah tradisional yang tampil modern.
  3. Penggunaan ILUSTRASI
    Ilustrasi yang digunakan semuanya gambar natural, didepan sisi kiri Gambar Walikota Makassar beserta istri dengan menggunakan pakaian adat warna biru sedangkan di sisi depan kanan Gambar Wakil Walikota dan istri menggunakan pakaian adat berwarna kuning emas.
    Bagian belakang gambar penari-penari khas lokal, termasuk yang berbaju merah pemain kecapi dan tarian a’raga. Pemilihan baju dan pembentukan komposisi warna sudah tepat termasuk dukungan background langit biru yang cerah, namun mungkin perlu dipertimbangkan penambahan burung-burung yang terbang di langit biru itu, nampaknya perlu diminimalisir, karena akan menggangu kesan keceriahan langit biru.
    Gambar Kapal layar di balik tulisan “PENCANANGAN HARI KEBUDAYAAN KOTA MAKASSAR” perlu dikomposisikan secara baik, sehingga tidak terkesan dipaksakan kemunculannya dalam desain ini.
  4. Penempatan KOMPOSISI
    Secara keseluruhan komposisi desain tersebut sudah apik, jika disesuaikan dengan panjang media, namun, saat saya mencari di internet gambar tersebut beberapa bagian terpotong, jikapun saya mendapat desain yang utuh, bentuknya sangat kecil, mungkin karena terlalu tinggi, tapi saya yakin kreator yang membuat desain ini juga memperhitungkan jadwal acara yang cukup menyita ruang bagian bawah.
    Sebenarnya, kekuatan bagian bawah (jadwal acara) jika dibuat sedikit gelap, maka desain bagian atas akan lebih menonjol, bahkan mengkomposisikan jadwal acara juga tidak kesulitan, sehingga secara keseluruhan desain akan berat bagian bawah, sementara desain ini lebih terlihat berat di tengah, karena hampir semua elemen desain berhimpun di tengah.
    Semua elemen dan ilustrasi gambar dibuat dengan kekuatan yang sama, sehingga tidak ada menonjol, mungkin ini juga perlu diperhatikan.
    Namun saya menyadari, bahwa setiap desainier memiliki alasan mengapa desain komunikasi visual yang mereka buat menggunakan elemen dan prinsip desainnya masing-masing.
    Terakhir, Tim Basmaracademy, mengucapkan selamat kepada pencetus ide ini, semoga Makassar lebih menghargai para seniman, budayawan, dan kreator yang telah memberikan warna yang beda untuk Kota Makassar yang kita cintai.
    Salam Kreatif
    Baso Marannu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *