MENGOLAH PRINSIP DESAIN SECARA ‘RADIKAL’


Wow… inilah kenyataan yang harus kita hadapi, Sebagaimana pada tulisan sebelumnya Keindahan desain komunikasi visual dibangun oleh elemen desain, selain fungsi teknik dan pesan yang terkandung, maka hal yang tak terlupakan adalah prinsip desain, yakni (1) Keseimbangan; (2) Keserasian; (3) Proporsi; (4) skala; (5) Irama kemungkinan hanya sebuah teori yang ‘kurang dilirik’. Mengapa demikian, perkembangan media dan tekonologi serta kecepatan informasi membuat para kreator sedikit ‘bebas’ bahkan ‘radikal’ mengekspresikan apa yang menjadi prinsip desain. Sah-sah saja, bahkan ‘liarnya’ ekspresi tersebut menunjukkan bahwa kita memasuki era hyper-creative.
Konon sesuatu yang viral di media sosial umurnya hanya hitungan jam, bahkan apa yang di viralkan di twitter atau di instagram tidak sampai satu hari sudah ada info baru yang lebih viral. Kalau demikian bagaimana peran kreator mengembangkan prinsip desain secara baik, sementara tuntutan para netizen sangat tinggi.

Saat ini seorang kreator bukan lagi dituntut untuk membuat apa yang bisa dibuat, melainkan mengetahui secara mendasar apa yang seharusnya dibuat, tidak ada alasan untuk ‘diam’. Mengolah desain secara ‘radikal’ tampaknya akan terus menjamur di media-media visual, mengapa demikian, ada tiga hal yang mendasarinya, pertama Ikatan-ikatan yang dibangun secara intim para kreator dengan target audines, kedua Lebih fokus pada pertumbuhan dan ekspansi kreatifitas mereka dan ketiga cenderung mencoba ide-ide hyper-inovation dan tidak lumrah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *