MENGUJI KEJUJURAN “GRAPHIC DESIGNER” MENG-EDIT HASIL QUICKCOUNT

Sahabat yang kreatif, semoga tetap semangat untuk berinovasi, sebenarnya saya tidak ingin lebih jauh masuk ke dalam dunia politik praktis yang saat ini sedang ramai dibicarakan, karena memang bukan ranah kami di basmaracademy untuk membicarakan hal tersebut, namun karena ada beberapa hasil karya grafis yang beredar di dunia maya, terutama visualisasi hasil quickcount di media sosial yang “kurang” elok sebagai karya grafis, inilah yang penting kita diskusikan bersama.

Seni adalah ungkapan rasa yang bernilai estetika, mendesain adalah bagian dari seni itu, Seni itu indah maka janganlah kita perburuk dengan menampilkan karya yang membuat penikmat antipati dengan karya seni, seni itu jujur maka jangan kamu hiasi dengan kebohongan dan kedustaan yang kamu lakukan dengan sadar tanpa ada rasa bersalah.

Kejujuran bagi mereka yang berkecimpung di dunia desain grafis sangatlah penting, apapun yang kamu lakukan dan siapapun yang memesan karya grafis itu. Termasuk karya grafis yang kepentingannya untuk media politik di media sosial yang saat ini ramai menghiasi dunia maya. Namun saya yakin karya-karya grafis yang kadang membuat resah orang awam bukanlah karya seorang Graphic Desaigner, mereka hanyalah orang yang terampil memainkan mouse dengan keahlian komputer grafis kemudian meng-edit beberapa bagian, hanya untuk kepentingan sesaat.

Hasil Quickcount yang kadang menjadi viral dengan meng-edit beberapa bagian untuk memenangkan salah satu pasangan calon presiden, atau partai politik tertentu adalah perbuatan yang kurang “elok” bagi kita yang berprofesi sebagai desainer grafis, tentu bagi orang awam yang tidak memahami manipulasi photo dengan kacanggihan photoshop, akan percaya dengan karya yang dibuat, namun seorang desainer grafis akan memahami mana karya yang murni hasil foto dan mana yang sudah melalui proses editing.

Untuk mengetahui beberapa hasil quickcount yang tampil di media sosial secara umum yang telah dimanupilasi maka beberapa hal ini dapat menjadi acuan, diantaranya:

  1. PERHATIKAN PEWARNAAN GAMBAR SECARA UMUM

Kelemahan yang mudah ditemui dari karya grafis yang sudah mengalami proses editing dengan membandingkan warna secara keseluruhan dari hasil quickcount yang asli dan sudah mengalami proses perubahan, pada bagian yang telah edit ada dua kemungkinan apakah warnanya agak cerah atau sebaliknya warna yang dihasilkan sedikit buram.

  1. PERHATIKAN BAGIAN YANG DETIL

Para editor gambar walaupun mmenggunakan software yang super canggih, biasanya akan mengalami tingkat kesulitan untuk mengedit obyek gambar bagian tertentu jika di zoom (diperbesar) secara detil, contoh pada bagian rambut seseorang atau pada bagian tangan, bagi peng-edit jika dibuat dengan terburu-buru maka bagian ini kadang terabaikan.

  1. BEBERAPA SUDUT GAMBAR TERABAIKAN

Bagian lainnya yang kadang luput dari editan adalah bagian sudut gambar (bagaian atas atau bawah), karena bagian ini tidak diperhatikan, para edotr gambar akan berkonsentrasi pada bagian yang menjadi fokus informasi, dan cenderung mengabaikan bagian yang seharusnya juga mengalami perubahan.

Tentu masih banyak hal yang perlu diperhatikan ketika hasil gambar alami (asli) sudah mengalami sentuhan grafis, dengan tujuan untuk menyebarkan informasi salah (hoax). Sebagaimana saya kemukakan pada bagian awal bahwa kejujuran seorang desainer grafis sedang diuji, apakah masih tetap mempertahankan idealisme berkarya yang tidak merugikan orang lain, sebab profesi sebagai desainer grafis itu sangatlah terhormat, jangan kita kotori dengan membuat “Karya Sampah” yang justru merugikan mereka yang benar-benar ingin berkarya secara jujur.

Salam kreatif, tetap berkarya

Baso Marannu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *