MENUNTUN ANAK MEWARNAI GAMBAR

Buat sahabat basmaracademy, terutama para orang tua yang memiliki anak diusia dini yang hoby menggambar atau mewarnai, ulasan kali ini, saya akan menuliskan sebuah tips bagaimana mengarahkan dan membimbing agar anak-anak kita memiliki kemampuan mengkombinasikan warna dalam gambar nya.
Sebagaimana biasanya orang tua kadang sumpek dengan sikap anak-anak yang menggambar tidak jelas tapi penjelasan si anak seolah gambar itu sangat nyata, misalkan “ma…ini ade gambar pesawat” padahal mirip pesawat saja nggak, betulkan? Terus, kita pada ketawa, karna lucu saja…lagian itulah ekpresi anak-anak yang sedang menggambar apa saja, walaupun apa yang dia pikirkan tidak sama dengan yang digambarkan, buat kita orang tua nggak usah kecewa, karena itulah masa kanak-kanak, mungkin kita juga seperti itu dulunya, bahkan bisa jadi lebih jelek gambarnya.
Bagi anak usia dini, katakanlah, usia hingga kelas 1 SD, maka mereka sebenarnya belum mampu untuk menggambar, maka lebih baik kita sebagai orang tua, lebih awal mengajarkan anak-anak untuk mewarnai, bagaimana menuntun anak-anak mewarnai, kali ini ada 7 tips agar anak senang mewarnai, sekaligus hasilnya bisa lebih menyenangkan buat anak-anak.
Siapkan alat mewarnai, Nah, kalo alat mewarnai, macam-macam jenisnya, ada yang jenis, crayon, pastel, pensil warna dll, biasanya jenis warnanya, mulai dari 12 warna, hingga 60 jenis, bahkan ada yang lebih, tergantung kemampuan orang tua membelinya. Untuk kertasnya
Saya tidak mengajarkan bagaimana mewarnai yang baik, namun saya mencoba untuk memberikan wawasan bagi orang tua, bagaimana menuntun anak-anak agar percaya diri mewarnai.

  1. BIARKAN ANAK BER-EKSPRESI
    Terkadang intervensi orang tua pada saat anak menwarnai terlalu tinggi, mereka menggunakan persepsi orang dewasa, anak-anak baru mengambil crayon atau pastel saja, sudah dipantau, “ade warna itu, jangan terlalu ditekan, atau serius dong…” Macam-macamlah perintahnya, sehingga anak-anak jadi bingung dan bimbang untuk berkreasi dengan warna yang menjadi kesukaannya.
    Biarkan anak-anak memberikan warna pada gambar tersebut, jangan dulu diprotes, kalo perlu beri dia pujian, walaupun menurut kita cara mewarnainya kurang tepat, dengan cara itu anak-anak akan lebih percaya diri.
  2. SELALU BERADA DISAMPINGNYA
    Nah, kadang kita cuek sebagai orang tua, anak asyik mewarnai, kita juga sibuk dengan gadgetnya…hehehe…alangkah bijaknya jika kita terus mendampingi anak kita selagi dia mewarnai, karena secara psikologi, kita juga bisa bercerita dan ngobrol dengan anak.
  3. SETELAH MEWARNAI BARU DI-APRESIASI
    Nanti setelah anak kita mewarnai barulah kita memberikan arahan, misalkan cara memberikan warna, cara memegang pensil, atau cara mewarnai biar tetap rapi, kalo bisa diulang apa yang telah diajarkan…nah dari sini kita mengajarkan anak percaya diri sendiri.
  4. BERIKAN PENGHARGAAN
    Penghargaan tidak harus dalam bentuk fisik, boleh dengan kata-kata yang mengandung semangat, misalkan “wow gambarnya asyik” berikan kepercayaan bagi anak-anak untuk menuangkan idenya secara mandiri, termasuk menyediakan media gambar yang lebih baik karena setiap media berbeda karakter akan berpengaruh juga hasil mewarnainya.
  5. PASANG GAMBAR YANG SUDAH DI WARNAI
    Sediakan tempat untuk memajang karya yang sudah dibuat anak kita, dengan cara ini, mereka akan bangga dan terus mencoba untuk berkarya, karena setiap karya yang dia hasilkan dipajang di suatu tempat khusus, terutama di dinding yang derancang khusus.
  6. AKTIF MENGIKUTI LOMBA
    Biasakan anak-anak mengikuti lomba, dengan cara ini anak-anak akan percaya diri dan selalu mengikuti perkembangan gaya mewarnai termasuk bisa belajar secara langsung dari mereka yang sudah berpengalaman, hanya yang perlu diberi pengertian bahwa tidak semua lomba yang diikuti harus dapat juara, yang penting pengalaman.
  7. LATIH TERUS KETERAMPILAN MEWARNAINYA
    Dengan memberikan latihan secara terjadwal, maka anak-anak akan terlatih keterampilannya termasuk mental untuk berkarya…seni mewarnai yang paling utama adalah latihan secara rutin dan tidak takut untuk di kritik, namun cara kita memberikan kritik pada anak-anak harus hati-hati, usahakan terus memberikan semangat dan bukan sebaliknya melemahkan semngatnya untuk berkarya.

Salam Kreatif, terus berkarya
Baso Marannu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *