PASCA PEMILU 2019 “BANTING HARGA”

Besok, tepatnya tanggal 17 April 2019, puncak pesta demokrasi di Indonesia beralngsung, dimana seluruh masyarakat di harapkan ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) untuk memberikan hak suaranya bagi calon Presiden dan Wakil Presiden, serta calon Anggota Lagislatif, jadi sebagai warga yang baik, mestinya kita menggunakan hak pilih, jangan golputlah!!! Dengan cara menggunakan hak pilih kita, diharapkan pesta demokrasi jadi rame, ini yang asyyik, apa untungnya golput, paling nongkrong dirumah, kan besok libur nasional, nggak kerjakan, mending ke TPS, biar ada kenang-kengangan jari tanganmu kamu ada cap birunya..hehehe.

Tiga hari yang lalu, Bawaslu juga bekerja keras untuk menurunkan semua APK (alat Peraga Kampanye) yang terpasang, mulai dari spanduk, baliho, x-banner yang terpajang di tempat umum, hingga stikcer yang menempel ditempat yang terlihat secara langsung oleh masyarakat juga ikut di bersihkan.

Satu hal yang menarik dari media APK yang dibuat oleh calon legislatif maupun calon Presiden dan telah habis masa tayangnya, adalah biaya produksi dari media tersebut, karena produksinya dalam jumlah yang besar, tentu harganya juga bersaing, nah, pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana pasca pemilu nanti, apakah “order cetakan yang berlimpah” itu masih mampu bertahan? Jawabnya pastilah tidak mungkin! Karena ajang promosi para calon sudah berakhir.

Bagi perusahaan advertising (percetakan) dengan berakhirnya masa kampanye ini, harus mencari strategi yang jitu, agar produksi dan orderan tetap berjalan, jika tidak maka ada kemungkinan beberapa biaya cetakan akan “banting harga” untuk mempertahankan investasi mesin cetak yang sudah terlanjur di beli, bagaimana cara agar perusahaan advertising tetap memberikan harga terbaik dengan kualitas tinggi disertai pelayanan yang prima tanpa harus banting harga.

  1. TETAP MENJALIN SILATURRAHIM DENGAN PARA CALEG

Bagaimanapun para calon legislatif telah memberikan banyak orderan cetakan untuk berkembangnya usaha advertising terutama order cetakan APK, dengan demikian janganlah melupakannya, walaupun terkadang ada beberapa pelanggan sebagaimana tulisan sebelumnya yang mengecewakan, seperti tidak melunasi sisa pembayaran, namun perlu diingat bahwa selain membuat media promosi, mereka masih membutuhkan jasa cetakan walaupun jumlahnya tidak sebesar saat kampanye, untuk itu tetaplah menyapa mereka, terus membangun komunkasi yang baik.

Buatlah mereka sangat penting dan berharga bagi pengembangan perusahaan percetakan, dengan demikian hubungan emosional tetap terjalin dengan baik, mengapa ini perlu dibangun, karena mereka yang sudah mempromosikan diri sebagai Caleg, kemudian belum beruntung maka secara psikologi, mereka tidak mau di katakan prustasi, maka para caleg tetap akan berusaha untuk menjaga diri mereka untuk tampil seperti biasanya. Termasuk membangun hubungan baik dengan para mitra-mitra mereka khususnya para kreator yang telah bekerja keras membangun personal brandingnya.

2. TETAP MENJAGA SEGMENTASI PASAR

Walaupun pasca pemilu segala bentuk orderan akan kembali normal, namun saya sarankan para kreator advertising tetap menjaga segmentasi pasar termasuk kualitas cetakan, karena bagaimanapun dengan harga peralatan cetak yang semakin murah, tentu akan berpengaruh pada harga yang ditawarkan ke customer, untuk itu dengan menjaga segementasi serta target pasar maka kita tidak kan mengambil jalan pintas untuk “banting Harga” semua cetakan, agar produksi tetap berjalan.

Segmentasi dan target pasar yang drastis berubah pasca pemilu 2019 memang menjadi momok para perusahaan advertising dan kita maklumi hal tersebut pasti saja ada yang mengalaminya, untuk itu segeralah mengambil langkah-langkah strategis agar perusahaan tetap dapat bersaing.

3. CETAKAN YANG CEPAT, BERKUALITAS DAN HARGA BERSAING

Motto di atas harus tetap menjadi penyemangat kita yang bergelut di dunia advertising, jangan membuat pelanggan kecewa hanya karena sering menunda orderan cetakan, janganlah mencetak asal jadi tanpa mempertahaknkan kualitas cetakan, dan yang paling utama adalah harga tetap bersaing.

Mengapa saya katakan “harga tetap Bersaing” bukan dengan “harga murah”, apalagi dengan promosi “banting harga” karena ini akan mengubah image customer, jika dikatakan banting harga, kecenderungan image pelanggan itu “negatif”, seperti halnya barang yang dijual, ketika ada tertulis “Banting harga” atau “Cuci gudang” maka persepsi pelanggan juga akan bervariasi, bisa jadi barangnya nggak laku, atau memang modelnya sudah usang.

4. BERSAING YANG SEHAT ANTARA ADVERTISING

Bagi perusahaan advertising, saya harapkan untuk bersaing secara sehat dari segi kualitas cetakan dan kecepatan penyelesaian orderan, bukan dari harga, karena bersaing diharga biasanya yang bersifat tentatif dan keuntungan yang didapatkan hanya dirasakan dalam jangka pendek, kita harus memiliki strategi yang lebih baik agar perusahaan dapat berkembang untuk jangka waktu yang lama.

Untuk itu tetaplah menjalin komunikasi yang baik antara advertising, jangan saling menjatuhkan terutama persaingan yang tidak sehat, karena dampak negatifnya akan kembali pada perusahaan advertising itu sendiri.

Bagaimana..semoga tetap semangat, kerahkan semua karyawan advertising untuk menggunakan hak pilihnya besok, setelah itu kita kembali berkreasi, dan ingat pikirkan dengan baik dan bijak, jika kamu ingin mengambil strategi “BANTING HARGA”.

Salam kreatif, tetap berkarya

Baso Marannu.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *