PRINSIP DESAIN KOMUNIKASI VISUAL IRAMA (Rhytm)

Irama adalah pengulangan gerak yang teratur dan terus menerus. Dalam bentuk-bentuk nyata bisa kita ambil contoh pengulangan gerak pada deburan ombak laut, atau barisan semut yang berjajar mengikuti arah didepannya, bisa juga jatuhnya gerak dedauan dari pohon ke tanah, dan lain-lain.
Prinsip irama sesungguhnya adalah hubungan pengulangan dan bentuk-bentuk unsur-unsur visual. Pengulangan (mengulangi unsur serupa dengan cara yang konsisten) dan variasi (perubahan dalam bentuk, ukuran, posisi atau elemen) adalah kunci untuk menciptakan visual ritme. Menempatkan elemen dalam sebuah layout secara berkala memberikan kesan halus, tenang dan santai
Prinsip Irama dalam desain komunikasi visual di timbulkan dari kesan gerak dari unsur yang melekat pada karyanya yang dapat diupayakan melalui pengulangan, pergantian, perubahan ukuran, dan gerak mengalun
Irama juga merupakan pengulangan unsur visual dengan jarak tertentu yang menciptakan pola atau tekstur pada desain. Dalam dunia desain Irama dapat dihasilkan dengan dua cara pertama dengan repetisi dan kedua menggunakan variasi. Repetisi adalah penyusunan unsur visual yang diulang-ulang secara konsisten. Sedangkan variasi pengulangan unsur visual yang disertai dengan perubahan ukuran, bentuk, posisi. Terdapat beberapa jenis irama yaitu:

  1. Regular rhythm yakni Elemen visual yang disusun secara berulang dengan kesamaan bentuk, ukuran, dan jarak.
  2. Flowing rhythm adalah Irama visual yang menciptakan kesan pergerakan (sense of movement) dan terlihat organis.
  3. Progressive rhythm yakni Irama visual yang menunjukkan urutan bentuk melalui langkah yang progresif.
    Intinya irama dibuat oleh desainer agar karya visual mereka tidak membosankan.

Salam kreatif
Baso Marannu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *