PRINSIP DESAIN KOMUNIKASI VISUAL KESATUAN (Unity)

Ternyata desain komunikasi visual juga dibutuhkan kesatuan, bukan hanya diorganisasi atau suatu negara, kesatuan menjadi bagian penting guna menghasilkan karya grafis yang sesuai dengan keinginan orang secara umum.
Jadi Prinsip Kesatuan/Unity dapat tercapai apabila terpenuhi prinsip keseimbangan, irama, penekanan, proporsi, dan keselarasan, artinya prinsip dari desain komunikasi visual mencoba unutk menyatukan elemen-elemen yang berbeda karakter.
Ketika elemen bentuk di padukan dengan tekstur, maka perlu dipertimbangkan, bentuk mana yang harusnya bertekstur kuat, dan bentuk mana yang tidak membutuhkan sentuhan tekstur, sehingga ketika di padukan terkesan menyatu.
Memang dibutuhkan kejelian dan perhitungan yang matang, manakala beberapa elemen desain grafis ingin disatukan dalam satu karya desain komunikasi visual, seorang desainer harus memahami secara mendalam hasil kahir dari karya mereka, tentu ada beberapa pertimbangan, yang paling pokok adalah fungsi dari komunikasi visual yang dibuat.
Pertimbangan nilai artistik (keindahan) yang ditimbulkan ketika menyusun prinsip kesatuan ini akan memegang peran penting, jangan sampai hanya mengejar kesatuan yang utuh tapi mengabaikan nilai-nilai artistiknya, karena bagaimanapun sulitnya sebuah karya visual, pertimbangan keindahan akan menjadi tolak ukur karya desain yang dihasilkan.
Pada teori Psikologi Gestalt tentang kedekatan menunjukkan bahwa, sebuah karya yang dinikmati juga berpengaruh terhadap keakraban penikmat dengan gaya komunikasi visual yang dihasilkan, faktor kebiasaan serta keakraban dengan karya desain komunikasi visual, membuat para penikmat dengan mudahnya memberikan komentar apakah desain ini memenuhi unsur kesatuan atau tidak, demikian halnya dengan ketertutupan dan kesamaan dapat membantu terpenuhinya prinsip kesatuan dalam karya desain komunikasi visual.
Gestalt adalah sebuah teori psikologi untuk menyatakan bahwa seseorang cenderung mengelompokkan apa yang dilihat di sekitar menjadi suatu kesatuan yang utuh berdasarkan pada pola, kemiripan dan hubungan. Ini merupakan sebuah teori yang dibangun tiga orang ilmuwan asal Jerman yaitu Max Wertheimer, Kurt Koffka dan Wolfgan Kohler.
Gestalt dalam disiplin ilmu desain grafis
Pada dasarnya Gestalt banyak digunakan pada desain grafis sebab dapat menjelaskan bagaimana terbentuknya sebuah persepsi visual. Prinsip-prinsip Gestalt yang sering diterapkan di dalam desain diantaranya meliputi:

  1. Kedekatan posisi (proximity)
    Dalam proximity, sejumlah objek yang saling berdekatan posisinya akan dapat dikelompokkan sebagai satu kesatuan.
  2. Kesamaan bentuk (similarity)
    Berbagai objek dengan bentuk serta elemen yang serupa akan dikelompokkan sebagai satu kesatuan dan dapat membentuk suatu objek baru. Misalnya seperti tiga segitiga sama sisi yang digabungkan menjadi satu segitiga sama sisi berukuran lebih besar.
  3. Penutupan bentuk (closure)
    Suatu objek dapat dianggap utuh meskipun bentuknya tidak sepenuhnya tertutup. Contohnya seperti yang dapat dilihat melalui logo WWF. Dimana di dalamnya dapat dikenali sebagai gambar panda meskipun sebenarnya dari gambar panda tersebut tidak ditunjukkan sepenuhnya.
  4. Kesinambungan pola (continuity)
    Sebuah objek dapat dipersepsikan sebagai suatu kelompok sebab adanya kesinambungan pola. Misalnya saja seperti lingkaran-lingkaran yang dipersepsikan sebagai satu kesatuan karena polanya saling berkesinambungan, meskipun sebenarnya objek-objek yang ada tersebut saling terpisah antara yang satu dengan lainnya.
  5. Figure ground
    Sebuah objek dapat dilihat sebagai 2 buah objek menggunakan permainan background dan foreground. Masing-masing dapat diidentifikasi sebagai objek meskipun tidak membentuknya menjadi solid.
    Semoga informasi ini dapat memberikan pemahaman prinsip kesatuan dalam menyusun elemen desain.

Salam Kreatif
Baso Marannu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *