PRINSIP DESAIN KOMUNIKASI VISUAL KESIMBANGAN (Balance)

Ibarat timbangan, maka barang yang ditimbang jangan berat sebelah, walaupun dalam desain keseimbangan yang dimaksud sangat berbeda, karena seimbang yang dimaksud ada yang tidak dapat ‘diukur’ namun hanya dapat dirasakan. Seimbang berarti tidak “berat” sebelah. Dalam desain, keseimbangan terjadi ketika objek visual didistribusikan sedemikian rupa sehingga nyaman dipandang keseluruhan.
Kesimbangan dalam desain komunikasi visual bisa terjadi secara fisik maupun secara optis. Secara fisik, berarti dapat ditentukan secara fisik dan diukur secara jelas keseimbangannya, sedangkan seimbang secara optis biasanya hanya kesan mata atau perasaan penikmat desain. Pencapaian dan penerapan keseimbangan dalam desain visual ini pada prinsipnya untuk mencapai keteraturan
Keseimbangan berkenaan dengan kualitas bobot atau kesan berat ringannya suatu karya, karena sifatnya ‘kesan’ maka terkadang keseimbangan ini sering berbeda pandang antara satu denagn lainnya ketika mengapresiasi sebuah karya desain.
Dalam desain, keseimbangan dibagi lagi menjadi 3, yaitu:

  1. Keseimbangan Simetris (Symmetrical Balance)
    Keseimbangan simetris adalah ketika elemen-elemen desain di satu sisi sama dengan elemen-elemen di sisi lainnya. Keseimbangan ini membagi rata “berat”nya baik dari sisi atas-bawah atau kiri-kanan, artinya keseimbangan tersebut secara kasat mata terlihat secara jelas. Jika sebuah karya desain yang vertical, maka ukuran atas dan bawah secara jelas terbagi dua, demikian juga jika karya desain yang dihasilkan berbentuk horisontal, maka antara kiri dan kanan sangat terlhat jelas keseimbangannya.
  2. Keseimbangan Asimetris (Asymmetrical Balance)
    Berbeda dengan keseimbangan simetris dimana distribusi berat dilakukan dengan membagi rata elemen. Keseimbangan asimetris tidak sama antara sisi kanan, kiri, atas, bawah namun tetap terasa seimbang. Seringkali kita melihat sebuah desain dengan gambar yang begitu besar diimbangi dengan teks yang kecil namun terlihat seimbang karena permainan kontras, warna. Jadi prinsip desain yang fokus pada keseimbangan asimetris memang dituntut kejelian mata dan kepekaan perasaan perancangnya, karena menyangkut hal-hal yang sangat subyektif.
  3. Keseimbangan Radial (Radial Balance)
    Dalam keseimbangan radial, elemen-elemen desain disusun melingkar seolah-olah memiliki pusat. Jadi titik keseimbangannya bukan antara kiri atau kanan, bahkan atas atau bawah, tapi lebih pada titik-titik tertentu yang melingkar.
    Penerapan keseimbangan sebuah desain visual membutuhkan pertimbangan yang matang, karena yang diseimbangkan adalah elemen-elemen desain yang sangat spesifik, misalkan penerapa keseimbangan saat membuat kartu nama akan berbeda dengan keseimbangan desain kemasan makanan, demikian juga keseimbangan desain poster akan berbeda dengan keseimbangan desain brosur.
    Kegagalan yang kadang tidak disadari oleh seorang desainer ketika menyeimbangkan sebuah desain adalah kepekaan menempatkan elemen-elem desain. Konsentrasi dalam satu unit desain desain dibutuhkan, agar keseimbangan yang diperoleh benar-benar dapat dirasakan setiap penikmat desain komunikasi visual.

Salam Kreatif
Baso Marannu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *