PRINSIP DESAIN KOMUNIKASI VISUAL PROPORSI

Sahabat Basmaracademy, ada beberapa dianatara kita terkadang sesuatu yang prinsip dalam desain komunikasi visual justru diabaikan, salah satunya adalah proporsi. Sebenarnya Proporsi masih ada hubungannya dengan keseimbangan yang telah saya paparkan sebelumnya. Proporsi meliputi perbandingan skala antara satu elemen dengan elemen lainnya sehingga hasil akhirnya tidak aneh, biasanaya hal ini terjadi ketika sebuah desain menempatkan ilustrasi baik itu berbentuk manusia, hewan ataupun benatuk lainnya.
Contohnya ialah perbandingan kepala dan badan. Pada gambar kartun biasanya skala proporsi kepala terhadap badan lebih besar daripada keadaan normal untuk menekankan penonton pada ekspresi wajah tokoh kartun, atau tinggi sebuah bangunan harus disesuaikan dengan tinggi manusianya, jika tidak proporsi maka akan terlihat lucu dan perbandingannya sangat tidak masuk akal.
Prinsip Proporsi atau Perbandingan : Adalah upaya pengaturan yang berkenaan dengan ukuran antara bagian satu dengan bagian lainnya. Besar kecil, luas, sempit, panjang pendek, atau tinggi rendah adalah persoalan Proporsi. Dalam desain komunikasi visual prinsip proporsi ini digunakan untuk mempertimbangkan perbandingan bidang kertas dengan objek yang digambar atau di media, atau antar elemen lainnya dalam suatu media. Prinsip perbandingan lebih menekankan pada varisasi atau keragaman ukuran unsur yang satu dengan unsur yang lain dalam satu kesatuan yang utuh
Proporsi termasuk prinsip dasar desain grafis untuk memperoleh keserasian. Untuk memperoleh keserasian dalam sebuah karya diperlukan perbandingan –perbandingan yang tepat. Ada pula yang beranggapan bahwa pada dasarnya proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang.
Proporsi Agung (The Golden Mean) adalah proporsi yang paling populer dan dipakai hingga saat ini dalam karya seni rupa hingga karya arsitektur. Proporsi ini menggunakan deret bilangan Fibonacci yang mempunyai perbandingan 1:1,618, sering juga dipakai 8 : 13. Konon proporsi ini adalah perbandingan yang ditemukan di benda-benda alam termasuk struktur ukuran tubuh manusia.
Proporsi mengacu pada ukuran dan skala relatif dari berbagai elemen dalam suatu desain. Masalahnya adalah hubungan antara objek, atau bagian, dari keseluruhan. Ini berarti bahwa perlu mendiskusikan proporsi dalam konteks atau standar yang digunakan untuk menentukan proporsi.
Standar pengukuran paling universal kita adalah tubuh manusia; yaitu, pengalaman kita hidup di tubuh kita sendiri. Misalnya, sofa dalam bentuk tangan mengejutkan karena distorsi proporsi yang diharapkan, dan menjadi pusat perhatian di ruangan. Tapi yang perlu diinga bahwa proporsi secara visual masih mudah untuk diamati, namun yang agak berat adalah proporsi dari pandangan optik manusia, biasanya hanya kesan yang diberikan, termasuk saat membuat desain dengan menggabungkan berbagai unsur yang hidup. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk semua sahabat basmaracademy.

Salam Kreatif
Baso Marannu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *