SPIRITUAL CREATIVE Human Centric Era

Dalam minggu ini kita disibukkan dengan seabrek berita yang banyak memberikan pengalaman edukasi buat masyarakat, mulai dari hoax 7 kontainer surat suara yang sudah di coblos, pertarungan visi misi calon presiden, Banyolan Nurhadi Aldo hingga prostitusi online dengan tarif 80 juta, ya…mau ngomong apa lagi, itulah realitas yang terjadi di masyarakat.

Sahabat @basmaracademy yang kreatif, pengalaman adalah guru yang terbaik, demikian ungkapan bijak yang biasa kita dengar, sebagaimana sebelumnya saya bahas bahwa kreatifitas membutuhkan hati Kata Dady Dahlan, harus diiringi dengan nilai-nilai yang positif, yang muaranya adalah nilai sprititual. Saat ini kita memasuki era kreativitas level 4,0 yang orientasinya bukan saja pada produk kreatif, tapi sudah pada human centric era. Dimana pendekatan kecerdasan spiritual menjadi tolak ukur karya yang dapat diapresiasi oleh masyarakat. Spirtual Creative adalah Mengoptimalkan kekuatan hayati (jiwa), emosi dan karakter positif yang tidak terlihat dalam kehidupan untuk membantu kita menghasilkan karya kreatif.

Banyak jalan untuk menjadi terkenal, tapi lakukanlah dengan cara-cara yang bijak bukan hanya sekedar mencari sensasi, Sahabat @basmaracademy yang kreatif, agar memiliki pribadi yang kreatif berdasarkan spiritual, sahabat dapat melakukan beberapa hal ini: (1) Mensyukuri atas kehidupan dengan tetap rendah hati atas kelebihan yang dimiliki; (2) Sebuah karya kreatif tidak ada yang abadi, untuk itu tetaplah terus berkarya, berkarya dan berkarya; (3) Disetiap peristiwa selalu ada peluang untuk berkreativitas, untuk itu dibutuhkan kejelian; (4) Berkerativitaslah yang baik dan bermanfaat untuk orang banyak; (5) Selalu berdoa pada Allah Swt, dan mengucapkan syukur atas segala hidayah yang diberikan pada kita; (6) Tetaplah optimis atas segala usaha dan karya yang kita buat; (7) Selalu berpikir positif pada siapa saja yang menikmati karya kreatif kita.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *