STOP BULLYING

(Bangun Persaudaraan Yang Saling Menghargai)

APA ITU BULLYING?
Bullying berasal dari kata bully yang artinya rundung sedangkan bullying adalah perundungan. Beberapa istilah dalam Bahasa Indonesia yang sering dipakai untuk menggambarkan fenomena bullying di antaranya adalah penindasan, perpeloncoan, pemalakan, pengucilan, dan intimidasi. Secara istilah menurut Olweus (1993) dan Coloroso (2007) bullying adalah tindakan agresif yang disengaja, dilakukan secara berulang dan ada ketidakseimbangan kekuasaan dan kekuatan.
Bullying dapat terjadi selama atau setelah jam sekolah. Meskipun sebagian besar bullying yang dilaporkan terjadi di gedung sekolah. Persentase yang signifikan juga terjadi di tempat-tempat seperti di taman bermain, bus, saat bepergian ke atau dari sekolah, di lingkungan anak muda.
1. CIRI-CIRI PELAKU, KORBAN dan SAKSI
Ciri-ciri Pelaku Bullying menurut Rigby (2002) al: Ukuran fisik yang besar atau memiliki kekuasaan diantara teman-temannya sehingga korban tidak berani untuk melawan atau menghindar. Umumnya pelaku pernah mengalami kekerasan di rumah. Lalu dibawa ke sekolah. Jadi pelaku mencontoh dari apa yang dilakukan orang tua di rumah. Pelaku bullying kurang peka terhadap penderitaan yang dialami korban.
Pelaku memiliki hambatan secara akademik di sekolah. Hal ini dilakukan agar diakui oleh orang lain.
Adapun ciri-ciri korban Bullying menurut Righby (2002) al: 1. Secara fisik, korban lemah dan kurang asertif, 2. Mengalami penurunan prestasi disekolah sebab tidak konsentrasi, 3. Korban depresi bahkan ingin bunuh diri, 4. Mengeluh sakit perut, sulit tidur, lesu, 5. Agresif di rumah sebab tidak bisa mengekspresikan di sekolah.
Sementara ciri saksi (Righby; 2002) al: 1. Kurang asertif untuk menghentikan; 2. Saksi dibayangi rasa takut akan menimpa dirinya, dan minat belajarnya menurun; 3. Kadang mendukung aksi bullying.
2. JENIS-JENIS PERILAKU BULLYING
Perilaku bullying dapat terjadi secara:

  1. Fisik seperti memukul, menjambak, menampar, menendang, mencubit, meludah, mendorong, mengambil barang-barang seseorang, membuat gerakan tangan yang keras dan kasar.
  2. Mental/Psikologis yakni dengan bahasa tubuh seperti memandang dengan sinis, mendiamkan, mencibir, serta menjauhi “korban”.
  3. Verbal seperti menghina, mengejek, mencaci maki, mengatakan atau menulis hal yang jahat termasuk juga mengggoda, memberi nama pangilan (negative), komentar seksual yang tidak pantas, mengancam yang dapat menimbulkan bahaya
  4. Sosial biasa juga disebut bullying relasional, melukai reputasi atau hubungan seseorang; meninggalkan seseorang dengan sengaja; mengatakan kepada anak-anak lain untuk tidak berteman dengan seseorang, menyebarkan desas-desus tentang seseorang; mempermalukan seseorang di depan umum.
  5. Cyberbullying melalui media social seperti sms, twitter, email, dll
    Periode Bullying dibagi dalam tiga kategori:
  6. Rendah terjadi selama sehari-delapan hari dalam sebulan berupa ejekan, memberi julukan yang buruk, menjauhi teman (korban);
  7. Sedang terjadi selama 9-16 hari dalam sebulan berupa pelecehan dan menghina secara sistematis;
  8. Tinggi terjadi dalam waktu lama dan melakukan intimidasi serta, tekanan yang kejam dan intens.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *