TANTANGAN PARA PENDIDIK DALAM MEMBANGUN KARAKTER BANGSA

Judul Buku   :  Pendidikan Karakter : Menjawab Tantangan Krisis Multidmensional

Pengarang     :   Masnur Muslich

Penerbit        :   PT Bumi Aksara

Tahun Terbit            :   2011

Cetakan                     :   Cetakan Kedua, September 2011

Tebal buku    :   224 halaman

Buku ini muncul sebagai respon terhadap berbagai krisis kepercayaan dari bangsa Indonesia sejak akhir masa orde baru dan memasuki era reformasi  sejak tahun 1998. Berbagai tindakan negatif banyak terjadi diberbagai daerah, mulai dari perilaku seks bebas, tawuean pelajar dan mahasiswa, hingga maraknya kasus bunuh diri. Dunia pendidikan telah memberikan porsi yang sangat besar untuk pengetahuan, tatapi melupakan tujuan utama pendidikan, yaitu mengembangkan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan secara silmultan dan seimbang. Terpuruknya bangsa Indonesia dewasa ini tidak hanya disebabkan oleh krisis ekonomi, malainkan juga oleh krisis akhlak yang berakar dari kurangnya penanaman pendidikan karakter

Buku ini muncul sebagai respon terhadap berbagai krisis kepercayaan dari bangsa Indonesia sejak akhir masa orde baru dan memasuki era reformasi  sejak tahun 1998. Berbagai tindakan negatif banyak terjadi diberbagai daerah, mulai dari perilaku seks bebas, tawuean pelajar dan mahasiswa, hingga maraknya kasus bunuh diri. Dunia pendidikan telah memberikan porsi yang sangat besar untuk pengetahuan, tatapi melupakan tujuan utama pendidikan, yaitu mengembangkan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan secara silmultan dan seimbang. Terpuruknya bangsa Indonesia dewasa ini tidak hanya disebabkan oleh krisis ekonomi, malainkan juga oleh krisis akhlak yang berakar dari kurangnya penanaman pendidikan karakter

Buku ini bertema pendidikan karakter : Menjawab tantagan krisis Multidimensional ini disusun dengan berbasis masalah dan testimoni. Hal ini diperlukan agar kita sadar betapa fenomena karakter bangsa yang saat ini sedang “mengemuka” perlu segera ditindaklanjuti dan dicarikan jalan keluarnya secara nyata dan sistematis dalam format yang tepat

Buku ini diterbitkan sebagai acuan dan pegangan bagi mereka pemerhati dunia pendidikan seperti guru, dosen, mahasiswa, peneliti. LSM, pemerintah dan instansi terkait pengambil kebujakan serta para orang tua yang peduli dengan pendidikan putra-putrinya

Buku ini terdiri dari enam bab. Pada Bab I dipertanyakan tentang ada apa dengan pendidikan karakter yang terjadi pada bangsa ini. Hal ini berkaitan dengan semakin menurunnya pendidikan karakter budaya dan karakter. Kemudian ditegaskan kembali bahwa pendidikan karakter merupakan solusi dari kondisi yang dihadapi saat ini, karena ini juga akan berdampak pada keberhasilan dalam bidang akademik. Selanjutnya disarankan perlunya kurikukulum holistik dalam pendidikan karakter.

Pada bab II  dibahas secara khusus tentang pentingnya pendidikan karakter. Disini dibahas tentang mengapa pendidikan karakter ini sangat penting kaitannya dengan kualitas SDM karena karakter bangsa menentukan kemajuan suatu bangsa. Hal ini dikaitkan dengan sejarah pemunculan pendidikan karakter yang muncul pada akhir abad-18, yang dicetuskan oleh F.W. Foerster. Dari sini kemudian dilakukan perbandingan model pendidikan karakter yang ada di negara-negara lain. Kemudian secara khusus, dibahas tentang eksistensi pendidikan sebagai medium enkulturasi dalam membangun karakter dan watak bangsa. Disinilah peran penting dari guru dalam pendididkan karakter, terutama sebagai acuan bagai pengembangan pendidikan budi pekerti

Pada Bab III dibicarakan bagaimana hakikat dan tujuan pendidikan karakter. Disini antara lain dibahas ada sembilan pilar karakter yang dapat diajarkan secara sistematis dalam model pendidikan holistik disekolah berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional. Sasaran pendidikan karakter adalah warga civitas akademika yang terdapat pada setiap satuan pendididkan baik negeri maupun swasta. Namun demikian, tetap harus dipahami bahwa keluarga sebagai wahana pertama dan utama pendidikan karakter anak. Terutama yang berkaitan denga pola asuh yang akan menentukan keberhasilan pendidikan karakter anak dalam keluarga.   

Dalam bab IV diuraikan aneka pendekatan pendidikan karakter. Aneka pendekatan tersebut disebut dengan lima tipologi pendekatan yaitu mulai dari pendekatan penanaman nilai, pendekatan perkembangan kognitif, pendekatan analisis nilai, pendekatan klarifikasi nilai dan pendekatan pembelajaran berbuat. Kelima tipologi pendekatan ini diperkuat dengan testimoni yang menganggap perlunya penguatan nilai-nilai luhur akhlak mulia untuk bisa bersaing dan eksis dalam percaturan masyarakat global.

Bab V membahas tentang ciri dasar, sasaran, dan basis desain pendidikan karakter. Ciri dasar pendidikan karakter ini antara lain diuraikan menurut  F.W. Foerster tentang nilai yang menjadi pedoman setiap tindakan, koherensi yang membangun rasa percaya diri, otonomi nilai-nilai pribadi, serta keteguhan dan kesetiaan. Pembahasan dilanjutkan tentang perlunya keseimbangan  antara Moral Knowing, Moral Feeling, dan Moral Action. Kemudian secara khusus dibahas pentingnya pendidikan nilai dalam pendidikan karakater di sekolah. Disini eksistensi guru didorong untuk menjadi sumber inspirasi, meskipun masih ada yang mempertanyakan apakah saat ini guru sudah berkarakter dengan baik. Terkait dengan desain pendidikan karakter, disini kemudian diuraikan ada tiga basis desain pendidikan karakter yaitu desain pendidikan karakter berbasis kelas, kultur sekolah dan berbasis komunitas. Karena, pendidikan karakter hanya bisa efektif jika tiga desain pendidikan karakter ini dilaksanakan secara simultan dan sinergis.   

Pada Bab VI ini, secara khusus menawarkan beberapa contoh strategi yang telah pernah diterapkan. Strategi penerapan ini dapat dilakukan dengan mengintegrasikan dalam kegiatan sehari-hari dan pengintegrasian dalam kegiatan yang diprogramkan. Ditambahkan bahwa ini menjadi tanggung jawab sekolah, orang tua, masyarakat dan pemerintah. Namun agar pelaksanaanya berjalan sesuai yang diharapakan, maka guru harus memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang konsep budi pekerti, strategi pelaksanaan, dan sistem penilainnya. Disamping itu guru juga harus mengetahui cara untuk menjadikan anak lebih bertanggung jawab. Kemudian ditambahkan tentang implementasi pendidikan budi pekerti dalam agama Hindu, parkour sebagai pendidikan karakter, pendidikan holistik berbasis karakter untuk TK dan SD, aspek PLH (pendidikan lingkungan hidup) dan pendidikan karakter, dan pengajaran sastra berdimensi moral.   

Buku ini dapat menjadi tambahan referensi penting dalam melakukan penelitian  tentang trend perubahan perilaku siswa dan mahasiswa terkait dengan maraknya tindakan intoleransi dan radikalisme yang melanda kaum muda saat ini.   

Oleh : Ambo Masse (Basmar Academy)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *