TRIK KONSULTASI DESAIN DI PERCETAKAN

Tulisan mengenai desainer vs pemesan yang “cerewet” yang ditulis sebelumnya, cukup mendapat respon positif, ada yang nyinyir ada pula yang setuju dan mengiyakan sesuai dengan realitas di lapangan, nggak apalah, karena masing-masing memiliki karakter yang berbeda, desainer inginnya karya yang baik dan detil, sementara pemesan justru maunya baik, cepat, perfect, dan biaya produksinya murah, termasuk biaya desain (kalo perlu gratis).

Nah, hal ini akan terus terjadi, selama percetakan masih dibutuhkan masyarakat, termasuk desainer yang merancang karya grafis tersebut. Pernah nggak terpikir bagaimana cara-cara menghadapi desainer (tenaga layout) yang biasa duduk ngelayani customer di percetakan (advertising), gayanya cuek, asyiik didepan laptop, sesekali melamun nggak tahu apa yang dilamunkan, ada juga yang tampilannya seperti seniman, rambut gondrong dan memakai celena jeans yang ketat.
Dari tampilannya, mungkin sebagian besar orang menyangka bahwa kerja sebagai tenaga layout di perusahaan advertising gayanya hampir sama, namun tidak semua demikian, ada juga yang rapi dengan pakaian seragam bahkan penampilan wajah yang klimis, nah perbedaan penampilan ini, rasa-rasanya nggak berpengaruh pada karya yang mereka buat, namun sikap cueknya, dan berpikir yang susah ditebak mau kemana arahnya menjadi trademark para desainer.

Lalu bagaimana menghadapi mereka, sehingga apa yang menjadi keinginan kamu sebagai pemesan, sesuai dengan harapan dan yang paling penting nggak ngabisin waktu berlama-lama duduk berdua mengotak-atik karya yang tidak jelas akhirnya. Ada beberapa cara yang efektif dan efisien, menghadapi desainer (layouter), ketika kita kita memesan karya di tempat percetakan.

  1. BICARAKAN DENGAN JELAS IDE KAMU
    Agar tidak menghabiskan waktu untuk mencoba-coba bentuk yang diinginkan, maka sebaiknya, Kamu menceritakan apa yang sebenarnya kamu inginkan, terutama jenis huruf, warna atau ilustrasi yang digunakan, sehingga, desainer dapat dengan cepat membuat dan merancang dari ide kamu.
    Umumnya, para customer, memberikan masukan ditengah-tangah proses pengerjaan desain, sehingga terkadang tidak bisa nyambung, antara desainer dengan pemesan (customer), akibatnya waktu yang digunakan tidak efektif dan efisien.
    Termaasuk kesepakatan harga untuk setiap desain yang dibuat, seharusnya disampaikan di awal, agar masing-masing merasa tidak dikecewakan, misalkan untuk satu desain customer harus membayar berapa? Dan berapa alternatif yang harus dibuat.
    Sebaiknya setelah kamu sudah menceritakan ide kreatif yang ingin dituangkan dalam media, tidak perlu kamu tongkrongi sampe bosan, lebih baik kamu tinggalkan dan menyepakati, kapan desain itu dapat dilihat atau di koreksi. Umumnya para desainer lebih senang tidak di tungguin saat mendesain, karena konsentrasinya akan buyar. Tapi harus juga disepakati kapan desain ini bisa selesai, dengan perkembangan teknologi saat ini, saya rasa customer dapat memanfaatkannya, misalkan di foto dan di kirim ke WA, ini bisa memberikan kesempatan bagi desainer untuk berkreasi.
  2. JANGAN BANYAK BICARA
    Biasanya para desainer kurang menyenangi klien yang “cerewet” atau banyak bicaranya namun tidak jelas konsep yang diinginkan, maka dari itu, sebagai customer yang baik hati, nggak perlu selalu bicara saat desainer mulai menggerakkan mouse untuk mendesain sebuah karya, biarkan dulu dia membuat dasar dari ide yang kita tuangkan, perhatikan secara seksama apa yang dibuat, nanti pada saat dia meminta saran baru kamu berbicara.
    Biasanya desainer, tidak senang di ajak berbicara saat dia konsentrasi mendesain, dengan demikian biarkan dia mulai bekerja, pada saat dia mengkomposisikan warna, jenis font atau ilustrasi yang ingin digunakan, dan terlihat selalu mengulang-ngulang komposisinya, nah, biasanya saat itu para desainer mulai mencari ide (jenuh), dan akan mencoba untuk menyusun komposisi yang terbaik.
    Bagi desainer yang berpengalaman, lima belas menit pertama, seorang desainer akan mencari bentuk rancangan yang terbaik menurut dia, nah saat itu kamu bisa memberikan masukan agar karya desain itu bisa terlihat lebih baik, namun ingat caranya harus tetap hati-hati, konon (umumya) para desainer peka rasa, dan mudah tersinggung, untuk itu sampaikan ide kreatif kamu dengan cara yang santun tanpa menyinggung perasaan desainer.
  3. BERIKAN SEMANGAT DAN PENGHARGAAN
    Kadang kita sebagai customer kurang menghargai jasa desainer, jangankan memberikan tips, memberikan pujian saja sudah kikir, nah cara ini membuat mereka kurang empati dan tidak bersemangat mendesain. Desainer jugakan manusia, dia butuh penghargaan, senang dipuji, jadi trik yang jitu adalah berikan penghargaan walaupun hanya dengan kata-kata (lebih baik juga jika ada tips) hehehe…..
    Dengan memberikan penghargaan, maka desainer juga merasa dihargai, mungkin hari ini kamu belum puas dengan karya yang dibuat, tapi kedepan, dia kan memperbaiki karya desain yang dia buat. Saya rasa, setiap orang akan senang jika karya yang di buat diapresiasi oleh kliennya. Nah, bagaimana, ingin mencobanya?

Salam Kreatif, tetap berkarya
Baso Marannu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *